Senin, 28 September 2009

SBY Diprediksi Bakal Munculkan Kriteria Calon Menteri

Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diprediksi bakal memunculkan sejumlah kriteria bagi para menteri yang akan duduk di kabinet periode 2009-2014.

"SBY akan memunculkan kriteria-kriteria menteri, sama seperti ketika beliau mau memilih cawapres menjelang pilpres dulu," ucap Wakil Ketua DPW PAN Sumatera Utara, Rafriandi Nasution kepada ANTARA di Medan, Senin.

Anggota Fraksi PAN DPRD Sumut itu, menilai SBY dipastikan akan mendapatkan semacam "rongrongan" dari 24 parpol pendukung SBY-Boediono terkait pemilihan para menteri.

Kebijakan memunculkan kriteria-kriteria ditujukan untuk menghindari "rongrongan" tersebut, sekaligus untuk menghindari kesan praktik "dagang sapi" dalam penyusunan kabinet.

Kriteria-kriteria itu kemudian juga akan dilempar ke publik agar masyarakat luas ikut menilai para calon menteri di kabinet SBY.

"SBY tentu harus melepaskan diri dari `jerat politik` 24 parpol pendukungnya dalam penyusunan kabinet. SBY kita perkirakan kembali akan memanfaatkan opini publik dalam menjaring para calon pembantunya dengan memunculkan kriteria-kriteria," katanya.

Setelah kriteria-kriteria itu dilempar ke masyarakat, SBY akan melihat variasi aspirasi publik serta dukungan terhadap figur calon menteri tertentu. Dukungan akan menjadi pertimbangan bagi SBY dalam memilih para menteri dalam "Kabinet Lanjutkan".

"Semakin kuat dukungan tentu akan bertambah besar peluang seseorang menjadi menteri, meski pada akhirnya semua itu tetap terpulang pada hak prerogatif SBY sebagai seorang presiden," ujarnya.

Rafriandi mengaku sangat berharap SBY dapat memilih para menteri yang tepat untuk mendukung program-program pemerintahan periode lima tahun mendatang, sebagaimana telah dijanjikan pada masa kampanye pilpres.

Ia juga berharap SBY tidak memakai figur yang diindikasikan terlibat persoalan hukum. "Mereka yang `berbau` hukum tolong jangan dilibatkan lagi di kabinet," cetusnya.

Tentang komposisi profesional dan politisi dalam kabinet mendatang, ia memperkirakan 60 berbanding 40. Namun demikian juga tidak tertutup kemungkinan ada figur profesional yang berasal dari parpol.

"Kita perkirakan kabinet mendatang akan lebih banyak diisi kalangan profesional, karena SBY tentu akan berupaya keras mewujudkan visi-misinya pada kampanye pilpres lalu," kata Rafriandi.

Sumber:

www.http://pemilu.antaranews.com/


Menakar Calon Menteri Kabinet SBY-Boediono
OLEH: ARIEF TURATNO

SELASA (1/9) di Gedung DPR RI diluncurkan buku biografi politik La Toff dengan judul “ The Next Cabinet SBY-Boediono”. Buku itu mengungkap 92 nama yang diprediksi bakal masuk dalam kabinet pimpinan SBY-Boediono. Dari jumlah tersebut, mereka akan mengisi sekitar 35 posisi kementerian yang kemungkinan bakal dibentuk pasangan SBY-Boediono. Pertanyaan dan persoalannya adalah apakah benar nama-nama yang dicantumkan dalam buku tersebut termasuk nama-nama yang handal dan profesional, serta dapat dipertanggungjawabkan, baik ditinjau dari latar belakang keilmuan maupun pengalamannya?

Bila kita lihat dan mencermati buku tersebut dengan lebih seksama, mungkin apa yang ditulis atau diungkap dalam buku tersebut sebagian prediksi itu benar. Namun, tentu saja tidak semuanya benar. Lebih dari itu penulis sepertinya terjebak dalam permainan dan retorika keadaan sekarang. Padahal, sebagaimana kita cermati sikap dan tindakan SBY selama ini seringkali sulit diduga. Buktinya, ketika orang gembar-gembor bahwa SBY akan mengambil pendampingnya---calon wakil Presiden---dari kalangan parpol. Ternyata dia malah mengambil Boediono untuk menjadi pendampingnya.

Hal yang tidak terduga lainnya adalah ketika Partai Demokrat berusaha mengajak PDIP masuk dalam koalisi, pasca Pilpres. Banyak rumor bahwa tindakan tersebut semata untuk menekan partai koalisi, terutama PKS agar tidak macam-macam dan menuntut lebih banyak dari porsi yang akan diberikan. Faktanya? Asumsi atau pun pendapat tersebut belum tentu benar. Karena SBY selalu menggunakan permainan perasaan dalam bermain politik. Sehingga semua asumsi yang muncul pun bisa saja keliru. Misalnya dalam kasus pendekatan Partai Demokrat kepada PDIP yang disebut-sebut untuk menekan partai koalisi. Pada saat yang bersamaan sumber lain mengungkapkan, bahwa kabarnya SBY tengah mendekati Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid untuk melanjutkan jabatannya. Mana yang benar?

Tentu sulit mengatakannya, dan jawabannya pun bisa saja keduanya salah, atau sebaliknya keduanya bisa saja benar. Maka dalam buku biografi tadi, meskipun barangkali sebagian isinya benar. Namun belum tentu semua nama, atau sebagian besar nama yang muncul itu bakal menjadi menteri kabinet. Misalnya, meskipun Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Gamawan Fauzi muncul menjadi salah satu kandidat calon menteri. Namun, bila kita lihat keprofesionalitasnnya dia sangat jauh dibandingkan calon lainnya. Mungkin di Sumbar dia hebat, namun kalau sudah berbicara di tataran nasional, tentu Gamawan Fauzi bukan siapa-siapa. Memang benar dalam Pileg 9 April 2009 dan Pilpres 8 Juli 2009, perolehan suara Partai Demokrat dan pasangan SBY-Boediono di Sumbar cukup menonjol. Namun jika ditelisik lebih jauh, semua itu tidak semata karena peranan seorang Gamawan Fauzi. Namun karena sosok SBY yang menjadi ikon sentral di partai maupun dalam pasangan SBY-Boediono. Dan bukankah suara pasangan tersebut maupun Partai Demokrat di berbagai daerah merata semacam itu?

Persoalan lain yang nampaknya teledor dan entah disengaja atau tidak, penulis juga menempatkan nama menteri lama di posisi nomor satu. Lainnya hanya ditempatkan sebagai pendamping. Padahal, seperti kita kemukakan tadi, kebijakan dan pilihan SBY sangat tidak terduga. Dia bisa memilih siapa saja, dan tentu SBY tidak mau didikte oleh sekedar buku biografi. Kelemahan lain yang menonjol dari buku tersebut adalah kurangnya informasi dari si penulis. Bahwa pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang (UU) Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Undang-Undang tersebut antara lain mengatur soal jumlah kementerian Negara dan atau Lembaga Negara. Dimana UU itu mengatakan, jumlah paling banyak Kementerian Negara dan atau Lembaga Negara adalah 34. Sementara dalam buku tersebut ditulis sekitar 35 pos Kementerian Negara. (*)

Sumber: Jakarta Press


Komentar:

Jelas sekali, Pemerintahan SBY-Boediono yang akan datang harus melindungi agenda politik jangka panjang. Entah itu terkait dengan kepentingan mereka, kepentingan partai politik anggota koalisi atau bahkan kepentingan pihak yang lebih kuat darinya. Jangan sampai, rakyatlah yang menjadi korban perang kepentingan. Karena rakyat memilih mereka, untuk kepentingan rakyat.

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah diskusi, kawan-kawan saya berkomentar: "Kalau mau cepat terjadinya perubahan, ubahlah negara ini menjadi negara yang ideologis". Ya, menurut saya itu benar. Agar negeri ini bisa berubah pilihlah ideologi yang ada saat ini. Kapitalisme, Sosialisme atau Islam. Bagaimana menurut pandangan anda?



Minggu, 27 September 2009

Berdamai dengan Lelah

Oleh: Hendra Madjid


Di kampung ini, kampung Mandalawangi, aku menginap selama tiga malam. Rumah pak Dullah, adalah rumah pembelajaran yang indah saat aku berada di sini. Aku yang tinggal di kota dan menjadi aktivis pergerakan Islam merasa padatnya kegiatanku belum ada yang bisa menandingi. Tapi, selama 3 hari ini, aku merasakan rendah di hadapan pak Dullah.

Tugas Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang diberikan kampus kali ini benar-benar tak hanya tugas. Di pagi yang buta, nyenyak tidurku harus dipangkas. Karena Istri pak Dullah dan istri sudah menyiapkan dagangan Nasi Kuning, lauk Masak Habang, Lontong dan kuahnya. Pagi ini juga, selepas shalat subuh, Bu Fatma akan berjualan di kios kecil di tengah kampung.

"Dik... Wudhu dulu, di belakang kami sudah siapkan air. Kalau mau mandi, nanti setelah subuh di sungai..."

Aku yang sudah terbiasa bangun untuk shalat Tahajjud memang tak heran lagi dengan permintaan pak Dullah. Tapi, ini benar-benar pagi yang berat. Karena tadi malam, aku baru bisa tertidur sekitar jam 1. Ini baru jam 02.30. Lelah mungkin masih menjangkiti badan dan mataku. Enggan rasanya bangkit saat ini, karena biasanya aku baru terbangun sekitar jam 4 pagi. Namun badanku yang terasa sangat berat ini memang harus berkompromi dengan keadaan. Apa kata dunia, seorang mahasiswa yang mengajarkan banyak hal ke masyarakat malah memberi contoh yang kurang baik.

Shalat subuh, dilaksanakan di masjid yang tak jauh dari rumah. Kebetulan subuh ini adalah subuh jumat. Bacaan fasih imamnya panjang dan diselingi dengan sujud as-sajjadah. Nikmat betul. Dan kenikmatan ini terus berlanjut hingga sang fajar betul-betul menampakkan wajahnya. Aku, Riduan dan Syaiful langsung membanjiri tubuh kami dengan keringat, karena membantu mengangkut barang dagangan pak Dullah.

Selama pagi ini, kami berdiskusi dan mendengarkan pertanyaan masyarakat soal peningkatan produksi pertanian mereka. Bagaimana melakukan tumpang sari, memilih bibit unggulan dan memanfaatkan sisa-sisa hasil pertanian. Beberapa di antaranya ada juga yang bertanya soal kredit usaha tani. Rata-rata mereka bersemangat.

Selepas Zuhur, kami kembali ke rumah pak Dullah. Sembari berdiskusi kesana-kemari, Pak Dullah mengajak kami menuju kebunnya. Disana, kami tak hanya melihat bagaimana kebun ini tertata sangat rapi, tapi membantu pak Dullah memotong ranting jeruk yang sudah mati. Sebelum maghrib, kamipun pulang.

Riuan dan Syaiful begitu lahap makan. Mungkin karena kelahan yang terlalu mereka langsung tidur, setelah shalat isya. Aku, yang juga lelah belum bisa tidur. Anak pak Dullah minta diajarkan matematika, sementara di luar, suara benturan kampak serta kayu yang terbelah demikian berwarna bersama simfoni alam.

Sekitar jam 10, anak-anak pak Dullah sudah tertidur pulas. Aku keluar, menemani pak Dullah sambil menikmati sulutan asap tembakau bercampur nikotin.

"Kada uyuh Mang...?" bukaku setengah berteriak

"Kada... Insya Allah..." Blek..., nafasnya tidak teratur. Sebenarnya sudah sangat terdengar lelah.

Tapi sepertinya inilah hidup. Orang-orang seperti pak Abdullah, harus berusaha sekuat tenaga agar bisa menyekolahkan anak-anaknya. Usaha yang beliau lakukan selama 12 tahun berumah tangga telah membuahkan hasil. Tak banyak orang kampung sini yang berfikiran maju seperti beliau. Disaat orang-orang begitu bangga menjadi karyawan pabrik kayu yang besar di kampung ini, beliau malah berupaya untuk mengembangkan pertanian di sini. Saya ingat dengan wejangan beliau "perusahaan bisa bangkrut, tapi selama kita memiliki tanah untuk bertani, kita akan bisa terus hidup". Dengan pola hidup yang sangat sederhana, ditambah kerja keras bersama istri beliau, 5 petak tanah yang tidak terlalu luas menjadi aset berharga mereka untuk menyuekolahkan anak. Dan, memang benar. Setelah Perusahaan Daya Kanuragan Maju Corporation bangkrut, hanya petani cerdas seperti beliaulah yang bertahan.

Mataku semakin berat, dan layar ponselku yang kulihat berkunang telah menunjukkan, saatnyalah untuk tidur. jam 03.23, aku terbangun. Aku lihat secara seksama lingkungan sekitar. Dan di luar sana, aku sudah menyaksikan tumpukan kayu bakar yang siap jual. Subhanallah...

***

Tiga hari aku di sini, nampak aktivitas pak Abdullah dan (mungkin) warga-warga yang lain sangat monoton. Tapi entah mengapa, mereka menikmatinya. Dari Mulut pak Abdullah, tak terdengar sedikitpun keluhan. Yang dia lakukan adalah berkarya, bekerjakeras untuk kehidupan yang lebih baik.

Saat kami berpamitan untuk pulang, Pak Dullah yang relijius itupun memberi bekal yang sangat berharga. "Dik, Setiap kita berjuang untuk mendapatkan cita-cita kita. Jika kelelahan menghampiri, ingatlah bahwa Allah telah menyediakan tempat istirahat terbaik untuk kita. Tempat itu bernama Syurga."

***

Kawan, dalam perjuangan meninggikan Izzul Islam wal Muslimin, sudah lelahkah kita? Jika kita
benar-benar merasa kelelahan, dan lelah bisa kita ajak untuk diskusi. Maka sudah saatnyalah kita berbincang dengannya. Bincang soal perdamaian. Agar, lelah tak datang saat kita produktif. Agar lelah, hanya akan datang, saat kita benar-benar memerlukan waktu untuk istirahat. Karena kita, akan beristirahat di syurga. AMin



Komentar:

Ini adalah cerita fiktif, terinspirasi dari kisah nyata. Jikapun ada nama yang serupa, itu adalah ketidaksengajaan yang memang dibuat-buat. Jangan pernah merasa sendirian kawan, karena kami juga menggapai cita, sembari bertarung dengan kelelahan

Sabtu, 26 September 2009

RUU Rahasia Negara Dinilai Buruk dari Substansi


Jakarta (ANTARA News) - Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan di Komisi I DPR RI, Andreas H Pareira, di Jakarta, Sabtu, mengatakan sejak awal partai dan fraksinya memang sudah menyadari sepenuhnya tentang buruknya Rancangan Undang Undang Rahasia Negara.

"Terutama dari segi substansi dan `legal drafting`. Karenanya, fraksi kami berusaha ikut membahas `draft` RUU yang dibuat dan diajukan Pemerintah itu, untuk memperbaiki," katanya kepada ANTARA.

Namun, menurut dia, ketika Pemerintah kemudian buru-buru menghentikan pembahasan RUU RN karena takut akan protes segelintir LSM, mungkin karena takut tidak populer, justru ini menimbulkan preseden buruk dalam proses suatu undang-undang di kemudian hari.

"Hanya saja, fraksi kami memang tetap berpendapat, RUU Rahasia Negara yang diajukan Pemerintah ini buruk. Makanya, kendati pun sudah banyak perbaikan, fraksi kami belum yakin bahwa RUU ini akan mewujudkan sebuah Undang Undang Rahasia Negara yang berbasiskan pada asas-asas pengecualian dari rezim informasi," katanya.

Sebelumnya, secara terpisahkan Ketua Komisi I DPR RI, Theo L Sambuaga (Fraksi Partai Golkar) mengungkapkan, sebenarnya lebih dari 70 persen naskah RUU ini telah mengalami perbaikan (perombakan).

"Sehingga apa yang dikhawatirkan soal pembungkaman pers bebas atau demokrasi, sesungguhnya jika disimak hasil perubahan berdasarkan pembahasan selama setahun di Dewan, itu sudah banyak kemajuan," katanya.

Mungkin saja, demikian politisi senior Partai Golkar ini, beberapa pihak yang memprotes naskah RUU ini belum menyimak detilnya.

"Padahal dalam pembahasan selang setahun itu, sejak `draft` dimasukkan Pemerintah per Agustus 2008, banyak elemen masyarakat telah diundang, termasuk unsur-unsur Dewan Pers untuk memberi masukan," ungkap Theo Sambuaga lagi.(*)

Sumber: Antara
foto: .primaironline.


Komentar:
Menurut saya sih wajar, sebuah negara memiliki rahasia. Hal-hal yang terkait dengan militer, intelijen atau strategi penyebaran ideologinya. Baik negara itu berfaham Sosialis-Marxis-Komunis, Kapitalis-Liberal Atau Islam Ideologis. Negara yang segala sesuatunya transparan, malah akan menjadi negara yang mudah diobrak-abrik negara lain. Istilah dulunya: DIJAJAH. Walaupun, sekarang sepertinya juga 'dijajah'. Tapi, kalau kerahasiaan itu juga menyangkut birokrat pelaksana pemerintahan... wah kayaknya perlu diliat lagi deh. Jangan-jangan, mereka menyimpan rapat borok mereka. Kemudian disebut rahasia negara. Boleh jadi, suatu saat negara model begini akan jadi negara otoriter lagi.

Kamis, 24 September 2009

Tim Lima Jamin KPK Bakal Tetap Independen

VIVAnews - Tim Lima yang bertugas merumuskan dan menyeleksi pengganti tiga pimpinan KPK sementara menjamin orang-orang yang mereka rekomendasikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono cukup kompeten. Mereka juga menjamin KPK tetap independen.

"Mereka tidak bertanggung jawab kepada Presiden. KPK masih independen. Mereka (tiga orang baru) harus menyadari bahwa mereka independen walaupun mekanismenya melalui Perppu," tegas salah satu anggota Tim Lima, Adnan Buyung Nasution, di Jakarta, Rabu 23 September 2009.

Tiga orang pengganti sementara ini tetap tanggung jawab kepada DPR dan sebagai pelaksana tugas negara akan berlangsung sampai pemilihan baru yang bisa terlaksana kalau tiga pimpinan KPK yang menjadi tersangka ditetapkan sebagai terdakwa.

Agar bisa tetap independen, Tim Lima yang terdiri dari Buyung, Menko Polhukam Widodo AS, Menkum HAM Andi Mattalatta, Todung Mulya Lubis dan mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, sebelum menetapkan tiga orang ini akan mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak yang menolak keras terbitnya Perppu. Pertemuan dimaksudkan untuk mendengarkan aspirasi mereka. "Termasuk mendengar aspirasi dua pimpinan KPK yang masih aktif," tegas Buyung.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengeluarkan Perppu terkait penunjukkan pengganti pimpinan KPK sementara menyusul status tersangka yang ditetapkan pada tiga pimpinan KPK, yakni Antasari Azhar, Chandra M Hamzah, dan Bibit Samad Riyanto. Untuk menentukan tiga orang pimpinan baru KPK, Presiden membentuk tim perumus yang terdiri dari lima orang.


Sumber: Vivanews


Komentar:

Korupsi, selama tidak ada hukuman berat baginya, tidak akan pernah hilang dari negeri ini. Terhadap KPK-pun, ternyata koruptor melakukan perlawanan keras. Tak ada yang tahu siapa yang ada di belakang gonjang-ganjing KPK saat ini. Mulai dari kasus pembunuhan yang dialamatkan kepada Ketua KPK, sampai kasus penyuapan pada anggotanya. Nanti apa lagi? Kita tunggu saja kelanjutannya. Bagi anda yang memiliki analisis, silakan kirim kepada kami.

Sekilas Jus Jeruk

Salam. Kepada semua, semoga dalam hati kita selalu tersimpan motivasi yang tinggi dalam menjalani hidup ini.

Saya, bukanlah iseng membuat blog ini. Tapi blog ini adalah impian kami sejak dulu. Bahwa kami ingin membuat blog yang membahas permasalahan politik secara ringan dan menghadirkan artikel yang selalu memberikan motivasi kepada semua pengunjungnya. Bukan hanya itu, sebenarnya kami ingin berdiskusi dan saling berbagai tentang banyak hal. Khususnya dalam masalah politik dan motivasi.

Ada yang mengerutkan dahinya, ketika kami sebutkan kalimat politik. "Terkesan tua banged...". Tidak kawan, ngompol (ngomong politik), sebenarnya bukan urusan tua dan muda. Tapi masalah kedewasaan, kedewasaan dalam berfikir. Bahwa hidup itu tidak cuma memikirkan diri sendiri, tapi juga orang lain. Karena sejatinya manusia itu, bukan hanya memikirkan bagaimana dirinya sejahtera. Tapi dia berfikirpula, agar kesejahteraan itu hadir dalam diri setiap manusia. Agar tidak terkesan politik ini hanya berbicara soal kekuasaan, maka disisipkanlah motivasi sebagai penyeimbang dan (mungkin) mengalihkan pengertian politik dari kekuasaan menjadi pelayanan.

Sekiranya kami sanggup untuk melakukan yang terbaik sendirian, maka kami pasti adalah manusia sempurna. Tapi karena kami hanyalah manusia biasa. Maka sudilah rekan-rekan semua memberikan kritik dan saran kepada kami melalui jusjeruk09@gmail.com atau secangkirjus@hotmail.com. Terima kasih. Wassalam